Way Kanan ,JEJEK KRIMINAL NEWS.COM-eristiwa dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa kembali terjadi di sekolahan SMA 1 baradat pada hari Rabu 20 Agustus 2025 jam 15.00 wib
Peristiwa mencuat di Kabupaten Way Kanan. Seorang ketua kelas bernama Raihan Padly Aditya, siswa SMA Negeri 1 Baradatu, diduga dianiaya oleh teman-temannya hanya karena melaporkan siapa yang bolos saat jam pelajaran berlangsung
Menurut keterangan keluarga, insiden bermula ketika seorang siswa keluar dari kelas tanpa izin. Guru kemudian menanyakan siapa yang bolos, dan Raihan sebagai ketua kelas menjawab pertanyaan tersebut.
Namun jawaban itu diduga membuat siswa yang bersangkutan tersinggung hingga memicu tindak kekerasan yang mengakibat kan Raihan luka lebam.
Korban disebut sempat dibawa ke toilet sekolah dan dipukul Saat mencoba melarikan diri karena ketakutan, ia kembali dikejar hingga keluar gerbang sekolah di depan pekarangan sekolah, korban diduga kembali menjadi sasaran pengeroyokan yang belum di ketahui berapa orang yang mengeroyok nya dan belum di ketahui nama-nama anak yang mengeroyok
Saat awak media konfirmasi kepada salah satu pihak keluarga,ia mencerita kan kronologis kejadian tersebut.
“Ponaan saya hanya menjawab pertanyaan guru nya yang menanya kan siapa yang bolos tapi ponaan saya jadi korban pemukulan” ujar pihak keluarga dengan nada geram.
Keluarga korban menegaskan kepada pihak sekolah agar tindak tegas masalah ini,karna jika masalah seperti ini terulang kembali maka akan merusak dan mencoreng nama baik sekolah
“Tidak ada kata damai dalam kasus ini. Mereka meminta pihak sekolah bersikap netral, transparan, serta menjatuhkan sanksi tegas kepada para pelaku agar menimbulkan efek jera” ujar keluarga korban
Laporan awal sudah dibuat ke Polsek Baradatu, namun pihak kepolisian menyarankan agar kasus dilanjutkan ke Polres Way Kanan karena di sana terdapat unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak sekolah maupun keluarga terduga pelaku belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penganiayaan tersebut
Dengan kejadian ini maka pihak sekolah di anggap lalai dan seolah olah tidak di perhatikan
Kemana guru BK nya??kok bisa murid nya di aniaya seperti ini.
Di minta kepada kepala sekolah dan dinas terkait untuk menindak masalah ini
Indra paisalTERAGIS KETUA KELAS DI SMA 1 BARADATU KABUPAETEN WAY KANAN DI DUGA DI ANIAYA GEGARA LAPOR KAN TEMEN NYA BOLOS
Way Kanan –,JEJEK KRIMINAL NEWS.C
Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa kembali terjadi di sekolahan SMA 1 baradat pada hari Rabu 20 Agustus 2025 jam 15.00 wi
Peristiwa mencuat di Kabupaten Way Kanan. Seorang ketua kelas bernama Raihan Padly Aditya, siswa SMA Negeri 1 Baradatu, diduga dianiaya oleh teman-temannya hanya karena melaporkan siapa yang bolos saat jam pelajaran berlangsu
Menurut keterangan keluarga, insiden bermula ketika seorang siswa keluar dari kelas tanpa izin. Guru kemudian menanyakan siapa yang bolos, dan Raihan sebagai ketua kelas menjawab pertanyaan tersebu
Namun jawaban itu diduga membuat siswa yang bersangkutan tersinggung hingga memicu tindak kekerasan yang mengakibat kan Raihan luka lebam
Korban disebut sempat dibawa ke toilet sekolah dan dipukul Saat mencoba melarikan diri karena ketakutan, ia kembali dikejar hingga keluar gerbang sekolah di depan pekarangan sekolah, korban diduga kembali menjadi sasaran pengeroyokan yang belum di ketahui berapa orang yang mengeroyok nya dan belum di ketahui nama-nama anak yang mengeroyo
Saat awak media konfirmasi kepada salah satu pihak keluarga,ia mencerita kan kronologis kejadian tersebu
“Ponaan saya hanya menjawab pertanyaan guru nya yang menanya kan siapa yang bolos tapi ponaan saya jadi korban pemukulan” ujar pihak keluarga dengan nada geram
Keluarga korban menegaskan kepada pihak sekolah agar tindak tegas masalah ini,karna jika masalah seperti ini terulang kembali maka akan merusak dan mencoreng nama baik sekol
“Tidak ada kata damai dalam kasus ini. Mereka meminta pihak sekolah bersikap netral, transparan, serta menjatuhkan sanksi tegas kepada para pelaku agar menimbulkan efek jera” ujar keluarga korba
Laporan awal sudah dibuat ke Polsek Baradatu, namun pihak kepolisian menyarankan agar kasus dilanjutkan ke Polres Way Kanan karena di sana terdapat unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak sekolah maupun keluarga terduga pelaku belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penganiayaan tersebu
Dengan kejadian ini maka pihak sekolah di anggap lalai dan seolah olah tidak di perhatika
Kemana guru BK nya??kok bisa murid nya di aniaya seperti ini
Di minta kepada kepala sekolah dan dinas terkait untuk menindak masalah in
Indra pairsali.n t).n ah.t.k .t.ngbOM