Rab. Sep 9th, 2026

Peduli Kesehatan Warga, Puskesmas Merbau Mataram Bagikan 40 Box Masker Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

LAMPUNG SELATAN — Menghadapi dampak sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak 6 September 2026, UPTD Puskesmas Merbau Mataram bergerak cepat melakukan upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Hingga Selasa (8/9/2026), sebanyak 40 box masker telah didistribusikan kepada masyarakat di seluruh wilayah kerja UPTD Puskesmas Merbau Mataram.

Distribusi masker tersebut mencakup delapan desa di Kecamatan Merbau Mataram, yakni Desa Triharjo, Baru Ranji, Mekar Jaya, Karang Raja, Karang Jaya, Suban, Tanjung Baru, dan Merbau Mataram.

Dalam pelaksanaannya, pendistribusian masker dikoordinasikan melalui para Bidan Desa sehingga bantuan dapat segera diterima masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan perlindungan saat beraktivitas di luar ruangan.

Kepala UPTD Puskesmas Merbau Mataram, drg. Ayu Jembar Sari, mengatakan pembagian masker merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

“Masker ini kami bagikan secara merata ke seluruh desa di wilayah kerja kami, melibatkan para Bidan Desa sebagai garda terdepan. Selain itu, pembagian juga kami fokuskan kepada para pengguna jalan serta masyarakat sekitar wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram agar mereka terlindung saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar drg. Ayu Jembar Sari.

Selain melakukan pembagian masker, Puskesmas Merbau Mataram juga melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang mengalami keluhan setelah terpapar abu vulkanik.

Dokter Puskesmas Merbau Mataram, dr. Andre Giovanni, mengatakan terdapat sejumlah warga yang datang dengan keluhan pada saluran pernapasan.

“Kami mencatat ada beberapa pasien yang datang dengan keluhan rasa tidak enak di tenggorokan dan setelah pemeriksaan, mereka terdiagnosa mengalami ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) ringan. Kepada para pasien tersebut, kami telah memberikan pengobatan yang diperlukan serta edukasi penting terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama abu vulkanik masih mencemari udara,” jelas dr. Andre Giovanni.

Puskesmas Merbau Mataram mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, warga diimbau menggunakan masker yang sesuai dan menjaga kebersihan diri untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

Narahubung Media:
Tim Humas UPTD Puskesmas Merbau Mataram
Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *