Sab. Feb 14th, 2026

Bumdes desa baru ranji berhasil panen raya jagung,untuk ketahanan pangan

Lampung Selatan,-Desa Baru Ranji di Kecamatan Merbau Mataram kini menjadi sorotan setelah berhasil mengubah wajah pertanian jagung konvensional menjadi bisnis biomassa pakan ternak yang menggiurkan. Melalui BUMDes Ranji Sejahtera, desa ini sukses menggelar panen raya perdana dengan model usaha yang lebih efisien dan memiliki kepastian pasar yang tinggi.

Berbeda dengan pola tanam jagung pada umumnya yang menunggu kering untuk diambil bijinya, BUMDes Ranji Sejahtera memilih memanen seluruh bagian tanaman—mulai dari tongkol, batang, hingga daun—untuk dijual sebagai pakan ternak. Strategi ini dianggap jauh lebih adaptif karena menekan biaya produksi dan memangkas waktu tunggu panen, sehingga perputaran modal desa menjadi lebih cepat.

Langkah profesionalisme BUMDes ini diperkuat dengan menggandeng Balai Karantina Pertanian Lampung sebagai mitra strategis. Kerja sama ini bukan hanya soal label formalitas, melainkan jaminan bahwa mutu produk pakan yang dihasilkan memenuhi standar nasional. Hal ini membuktikan bahwa desa mampu membangun jejaring kemitraan setingkat lembaga pemerintah secara profesional.

Camat Merbau Mataram, Ricky Randa Belpama, S.I.Kom, M.M., memuji langkah berani ini. Menurutnya, panen raya ini adalah bukti nyata sinergi birokrasi yang sukses menerjemahkan Dana Desa menjadi mesin ekonomi produktif. “Ini cerminan program yang tepat sasaran dan memberikan dampak langsung pada ekonomi warga,” ujarnya.13/02/2026

Kepala Desa Baru Ranji, Misnandri, menegaskan bahwa keberhasilan ini berdiri di atas fondasi transparansi dan kepatuhan regulasi. Penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan dipastikan selaras dengan Permendesa PDTT Nomor 3 Tahun 2025, dengan pengawasan ketat dari Pendamping Desa.

“Panen ini adalah bukti bahwa tata kelola desa yang disiplin dan berbasis aturan mampu menghasilkan manfaat ekonomi nyata,” tegas Misnandri.

Dengan keberhasilan unit usaha jagung ini, BUMDes Ranji Sejahtera kini diproyeksikan menjadi penyumbang utama Pendapatan Asli Desa (PADes). Ke depan, ekosistem ekonomi di Baru Ranji tidak hanya berhenti di jagung, tetapi akan merambah ke potensi turunan di sektor peternakan yang lebih luas, menjadikan desa sebagai pilar kekuatan ekonomi baru di Lampung Selatan*(red)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *