Rab. Jan 7th, 2026

SPPG-MBG Pardasuka 2 di Duga Belum Melengkapi Perizinan Kesehatan dan sertifikat SLHS Terancam di Tutup

KATIBUNG, LAMPUNG SELATAN,— Sejumlah wali murid di Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, menyampaikan masukan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh Dapur SPPG Pardasuka 2. belum memenuhi standar,
berkaitan dengan variasi menu dan pemenuhan standar gizi seimbang yang diterima siswa selama tiga hari terakhir, yang dibeli dari warung, Selasa (23/12/2025).

Selain itu, berdasarkan hasil penelusuran tim media di lapangan, terdapat dugaan bahwa sebagian dapur penyedia MBG 2 tersebut, serta di wilayah kecamatan Katibung belum melengkapi perizinan kesehatan, termasuk Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) yang menjadi kewajiban setiap penyelenggara layanan pangan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.

Padahal, sesuai dengan Juknis (Petunjuk Teknis) terbaru nomor 244 tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga Atas Juknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah Program MBG Tahun 2025, dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang telah beroperasi diwajibkan memiliki SLHS.

Dapur SPPG-MBG 2 yang terletak didusun sukatinggi Desa Pardasuka kecamatan Katibung, tolong ditinjau ulang oleh tim kesehatan stempat, apa bila dugaan belum mengantongi perizinan kesehatan termasuk Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) segera di tutup serta berikan sangsi hukum.

Para wali murid menilai bahwa menu MBG yang diterima anak-anak masih perlu evaluasi agar lebih mencerminkan prinsip gizi seimbang sebagaimana tujuan utama program nasional MBG, yaitu mendukung kesehatan, kecukupan gizi, serta tumbuh kembang peserta didik, tidak seperti yang diberikan oleh MBG 2, yang terletak di Dusun Sukatinggi Desa Pardasuka stempat.

Seorang wali murid menyampaikan bahwa selama tiga hari, anaknya menerima menu berupa biskuit, roti kemasan, susu kotak, telur, serta buah-buahan dalam jumlah terbatas. Ia berharap ke depan menu MBG dapat lebih bervariasi dan mengandung sumber protein hewani maupun nabati yang lebih seimbang.

Wali murid lainnya juga menyoroti kesesuaian antara menu yang diberikan dengan anggaran pemerintah yang dialokasikan dalam program MBG. Mereka berharap pengelolaan anggaran dilakukan secara optimal dan transparan, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh penerima.

Wali murid menegaskan, bahwa pada prinsipnya mereka sangat mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto. Namun demikian, mereka berharap adanya evaluasi dan pengawasan berkelanjutan dari instansi terkait agar pelaksanaan program di daerah benar-benar sesuai dengan standar pemerintah pusat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama dinas terkait dapat segera melakukan pengecekan, pembinaan, dan perbaikan teknis apabila ditemukan ketidaksesuaian, sehingga Program MBG dapat berjalan dengan baik, aman, dan tepat sasaran demi masa depan generasi penerus bangsa.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *