LAMPUNG SELATAN jejakkriminalnews.com,-Pihak pelaksana proyek revitalisasi SMPN 1 Tanjung Bintang, Lampung Selatan, angkat bicara guna meluruskan pemberitaan miring yang beredar baru-baru ini. Pihak sekolah menegaskan bahwa tudingan mengenai pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi dan pengabaian keselamatan kerja adalah tidak benar serta tidak berbasis fakta di lapangan.
Pekerjaan Berjalan Transparan dan Sesuai SOP
Seluruh rangkaian proses revitalisasi di SMPN 1 Tanjung Bintang dipastikan telah berjalan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat.
Terkait material seperti baja ringan yang sempat disorot, pihak pelaksana serta konsultan pengawas menegaskan bahwa semua bahan yang digunakan telah melalui uji kelayakan dan 100% sesuai dengan spesifikasi standar serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan oleh pemerintah. Tudingan bahwa material tidak sesuai spesifikasi dinilai sebagai kekeliruan informasi yang tidak berdasar.
Pihak sekolah juga meluruskan kerancuan informasi mengenai status Saudara Gito yang sempat dipertanyakan dalam pemberitaan sebelumnya.
”Perlu kami pertegas agar tidak terjadi salah paham di masyarakat, Saudara Gito memang merupakan bagian resmi dari program ini. Beliau menjabat sebagai Komite Sekolah sekaligus bertindak sebagai Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP),” jelas perwakilan pihak pengelola.
Keterlibatan aktif unsur komite sekolah ke dalam struktur P2SP ini justru menjadi bukti nyata dari bentuk pengawasan partisipatif masyarakat dan wali murid agar dana APBN dikelola secara transparan, akuntabel, dan bebas dari penyelewengan.
Program revitalisasi swakelola ini ditujukan sepenuhnya untuk menghadirkan ruang kelas dan fasilitas pendukung yang layak, aman, serta nyaman demi peningkatan kualitas belajar siswa di Lampung Selatan. Pihak sekolah menyayangkan adanya opini sepihak yang bergulir tanpa konfirmasi yang utuh dan akurat.
Dengan adanya ralat dan klarifikasi resmi ini, pihak SMPN 1 Tanjung Bintang berharap masyarakat serta wali murid tidak lagi mendapatkan informasi yang simpang siur dan dapat terus mendukung penyelesaian pembangunan ini demi kemajuan pendidikan bersama.*

