Jejakkriminalnews.com_Penegak Hukum dan Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, memfokuskan pengawasan dan audit desa atau pekon menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2026 sebagai upaya pencegahan penyimpangan pengelolaan keuangan desa.
Pengawasan dilakukan melalui beberapa mekanisme, antara lain pemeriksaan ketaatan yang dikoordinasikan bersama kecamatan serta pemeriksaan yang bersumber dari aduan masyarakat.
“Pemeriksaan ketaatan ini kami koordinasikan dengan kecamatan. Jadi kecamatan mengusulkan desa mana yang akan dijadikan sampel pemeriksaan ketaatan,” ujarnya.
Selain itu, aduan masyarakat juga menjadi dasar pemeriksaan, baik yang disampaikan langsung ke Inspektorat maupun melalui aplikasi JAGA ID milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Ada yang langsung ke Inspektorat, ada juga yang melalui JAGA ID KPK,” katanya.
“Pengelolaan keuangan negara saat ini benar-benar membutuhkan kehati-hatian. Kita harus terbuka dan mampu merangkul seluruh perangkat desa agar pemerintahan berjalan dengan baik,” pesannya.
Ia mengingatkan, banyak kasus hukum yang menjerat penyelenggara pemerintahan justru berawal dari laporan orang-orang terdekat akibat buruknya komunikasi dan tata kelola.
Kabupaten Pesisir Barat 10 Kecamatan yang akan pemilihan kades/peratin lagi, salah satunya pekon Asahan Way Sindi. Pada bulan Oktober 2026.
Ismadi Peratin Asahan Way Sindi sudah menjabat 2 periode dan akan maju kembali pada oktober mendatang.
Selama memimpin pekon dan apa saja yang sudah dilakukan oleh peratin Ismadi selama beliau menjabat 2 periode.
Dalam untuk kemajuan ditingkat desa/pekon dalam kasat mata terbuka, belum ada kemajuan di pekon Asahan Way Sindi daari segala aspek.
Kami mengatas namakan pekon Asahan Way Sindi dan mewakili 4 pemangku meminta kepada penegak hukum Kajari Lambar untuk memeriksa dan audit ulang dana desa yang dikelola oleh peratin Ismadi selama menjabat 2 periode.
Sudah berapa banyak asset yang dimiliki oleh peratin Ismadi adanya dugaan yang dilakukan tindak pidana korupsi saat menjabat 2 periode memimpin pekon Asahan Way Sindi.
Kami masyarakat pekon Asahan Way Sindi sangat menginginkan pemimpin baru yang amanah dan membawa perubahan pekon kami.
Mengingat janji-janji manis ketika saudara Ismadi mencalonkan dirinya menjadi peratin, sangatlah manis terhadap masyarakatnya.
Masyarakat pekon Asahan Way Sindi tindak menginginkan janji manis, pada kenyataanya hanya mementingkan pribadi atau memperkaya diri.
Harapan masyarakat pekon Asahan Way Sindi, meminta kepada penegak hukum Indonesia agara peratin Ismadi segara periksa dan audit ulang dana desa selama beliau menjabat.
Sebelum pemilihan peratin kembali, peratin Ismadi segara periksa dan jangan sampai beliau maju kembali.
Pada intinya masyarakat khususnya pekon Asahan Way Sindi tindak lagi menginginkan Ismadi menjadi peratin kembali, kami ingin peratin baru. Tegasnya.(TIM)

