`TANGGAMUS, 23/07/2025` – Proyek `Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan Pekon Talang Jawa` tahun anggaran 2025 senilai *Rp1.195.347.000,00* menuai sorotan tajam. Anggaran besar, namun manfaatnya belum dirasakan warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis, 23 Juli 2025, instalasi pipa dan meteran air memang sudah terpasang di Dusun Kurnia Ilahi. Namun saat keran dibuka oleh warga, air tidak mengalir sama sekali. Kondisi tersebut terekam dalam dokumentasi video.
Sarino, warga Dusun Kurnia Ilahi, Pekon Gunung Megang, menjadi salah satu yang mengeluh.
“Sampai hari ini kami belum merasakan manfaat proyek KPSPAM tersebut. Tetangga kiri kanan di dusun ini juga sama. Pipa sudah ada, tapi airnya tidak keluar,” ujar Sarino.
Kejanggalan muncul dari 3 versi pernyataan yang berbeda.
Pertama, *PPTK Proyek Hafis* saat dikonfirmasi menyatakan bahwa proyek sudah selesai dilaksanakan dan saat ini masih dalam masa perawatan oleh pihak rekanan.
Kedua, *Pemerintah Pekon Talang Jawa* membenarkan bahwa pihak rekanan sempat mengajukan `PHO` atau Serah Terima Pertama. Namun Pemdes menolak tegas karena debit air tidak maksimal dan belum layak untuk diserahkan ke masyarakat.
Ketiga, *Warga Penerima Manfaat* justru tidak merasakan setetes air pun dari proyek tersebut.
Dari papan informasi `Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tanggamus` diketahui, proyek ini berlokasi di *Kecamatan Pulau Panggung* dengan nomor kontrak `650/002/CK-03/25/2025`. Waktu pelaksanaan 180 hari kalender dan pelaksananya adalah `CV. Lampung Bina Sejahtera`. Untuk pengawas lapangan disebut bernama *Herman*.
Dengan kondisi demikian, warga mendesak Bupati Tanggamus `Hj. Saleh Asnawi` dan Inspektorat untuk turun langsung melakukan audit. Jangan sampai anggaran Rp1,1 Miliar hanya menghasilkan “pipa kering” dan tidak sesuai spesifikasi.(BD).

