Lampung selatan Jejak Kriminal news.com,-pihak SPPG Merbau Mataram 2 memberikan klarifikasi resmi terkait laporan dugaan ditemukannya ulat pada ompreng makanan bantuan bagi Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Dusun Baru Ranji yang dilaporkan terjadi pada Kamis, (20/8/2026).
- Kepala SPPG Merbau Mataram 2, Fandi Zuliansyah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Pihaknya menegaskan bahwa dapur produksi selalu menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat, tetapi tetap akan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan makanan.

Hasil Penelusuran dan Evaluasi
• Pemeriksaan Bahan Baku: Pengawas Gizi SPPG Merbau Mataram 2 memastikan seluruh bahan baku utama, termasuk daging ayam, telah melalui Quality Control (QC) ketat oleh tim gabungan (Pengawas Gizi, Admin, Akuntan, dan Asisten Lapangan) untuk menjamin kesegarannya.
• Inspeksi Puskesmas: Pada Jumat (21/8/2026), Puskesmas Merbau Mataram melakukan monitoring ke lokasi dapur produksi. Pihak puskesmas menyimpulkan bahwa proses pemasakan yang memakan waktu cukup panjang secara medis pasti mematikan organisme seperti ulat. Potensi timbulnya ulat kemungkinan berasal dari kontaminasi sisa sayur/buah pascaproduksi.
• Kunjungan Lapangan & Temuan Fakta: Pihak SPPG bersama Babinsa Merbau Mataram mendatangi TK Azzahra untuk menemui kader dan pihak KPM Dusun Baru Ranji. Berdasarkan konfirmasi KPM, ulat tersebut tidak ditemukan saat makanan masih di dalam foodtray/ompreng produksi, melainkan setelah makanan dibawa pulang ke rumah dan hendak dikonsumsi melebihi batas waktu kelayakan makan yang dianjurkan.
Pihak KPM meminta SPPG Merbau Mataram 2 tetap memperketat pengawasan kualitas. Menanggapi masukan tersebut, manajemen SPPG berkomitmen meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan agar kualitas layanan bagi penerima manfaat tetap terjaga.*(Red)

